SETREN, 24 Juli 2026 — Pemerintah Desa (Pemdes) Setren baru saja melangsungkan agenda strategis berupa Musyawarah Desa (Musdes) Khusus dalam rangka membahas Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk Tahun Anggaran 2026. Forum musyawarah yang menjadi penentu arah kebijakan dan pembangunan desa di sisa tahun berjalan ini dihadiri oleh pilar-pilar penting pemerintahan desa. Tampak hadir dalam forum tersebut Kepala Desa Setren, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta seluruh jajaran anggotanya, dan segenap Perangkat Desa Setren.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh khidmat tersebut, Kepala Desa Setren menyampaikan sambutan pembuka yang membawa kabar kurang menggembirakan bagi seluruh elemen masyarakat desa. Topik utama yang menjadi sorotan Kades adalah mengenai teknis pelaksanaan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), khususnya Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) pada bulan Agustus mendatang, yang dipastikan tidak akan berjalan semeriah tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Desa secara transparan menjelaskan kepada para peserta musyawarah bahwa penyesuaian drastis ini terpaksa diambil menyusul adanya kebijakan pemotongan alokasi Dana Desa (DD) secara sepihak oleh pemerintah pusat. Pemangkasan anggaran tersebut membawa efek domino yang mengharuskan pihak desa melakukan rasionalisasi di berbagai sektor kegiatan agar roda pemerintahan tetap bisa berputar.
"Pemotongan anggaran dari pusat ini berdampak sangat signifikan terhadap postur APBDes kita. Oleh karena itu, Pemdes tidak lagi memiliki kemampuan ruang fiskal untuk menganggarkan dana PHBN sebesar tahun lalu," ungkap Kepala Desa di hadapan forum Musdes Khusus.
Lebih lanjut, Kepala Desa merinci konsekuensi langsung dari defisit anggaran tersebut. Beliau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Setren karena tahun ini desa hanya mampu memfasilitasi dan menyelenggarakan satu agenda kultural, yakni tradisi Bersih Desa. Rencananya, acara kearifan lokal ini hanya akan diisi dengan pertunjukan hiburan tradisional Tayub atau Gambyongan.
Terkait dengan rangkaian acara keramaian yang biasanya menjadi primadona dan ditunggu-tunggu warga saat peringatan hari kemerdekaan, pihak Pemdes dengan berat hati harus mencoretnya dari daftar kegiatan. Acara-acara yang ditiadakan meliputi:
-
Turnamen Bola Voli.
-
Kegiatan Jalan Sehat massal.
-
Serta berbagai bentuk panggung hiburan kemerdekaan lainnya.
"Untuk acara-acara tersebut, Pemdes memohon maaf yang sebesar-besarnya karena pada tahun anggaran ini kita tidak bisa menganggarkannya sama sekali," tambah Kepala Desa.
Fokus Anggaran Dialihkan untuk Persiapan Pilkades 2027
Setelah penyampaian realita terkait pemangkasan dana PHBN, agenda Musdes Khusus dilanjutkan dengan pemaparan teknis mengenai draf Perubahan APBDes 2026. Sesi pemaparan draf perubahan ini diambil alih dan dijelaskan secara rinci oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Setren, Tri Haryati.
Dalam presentasinya, Sekdes Tri Haryati membedah postur anggaran yang telah direvisi dan menyoroti prioritas baru dari pemerintah desa. Ia menegaskan bahwa fokus utama dari Perubahan APBDes 2026 ini dialokasikan untuk pemenuhan inventarisasi dan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dilangsungkan pada tahun 2027 mendatang.
Menurut pemaparan Sekdes, persiapan menyambut pesta demokrasi tingkat desa tersebut sudah memasuki fase krusial dan tidak bisa ditunda. Kebutuhan akan pengadaan inventaris dan logistik awal dinilai sebagai suatu kebutuhan yang sangat urgen dan mendesak bagi keberlangsungan kepemimpinan di Desa Setren.
Guna menutupi kebutuhan mendesak persiapan Pilkades 2027 di tengah pemotongan Dana Desa, Tri Haryati menjelaskan langkah taktis yang ditempuh oleh tim perumus anggaran.
"Karena sifatnya yang sangat urgen, kita harus bekerja cepat untuk mengamankan jalannya persiapan Pilkades 2027. Oleh sebab itu, alokasi pendanaannya harus segera dicarikan jalan keluar dengan cara mengalihkan dana-dana dari pos kegiatan lain yang hingga pertengahan tahun ini terbukti tidak terserap," papar Tri Haryati.
Melalui langkah realokasi anggaran dari dana-dana yang tidak terserap maksimal tersebut, Pemdes Setren berharap roda pemerintahan, pelayanan masyarakat dapat tetap berjalan dengan lancar dan kondusif. Musdes Khusus ini ditutup dengan penandatanganan berita acara persetujuan, diiringi harapan agar seluruh warga dapat memaklumi kondisi sulit yang tengah dihadapi pemerintahan desa saat ini demi kepentingan yang lebih besar di masa depan.