Website Resmi Desa Setren - Kecamatan Bendo
Jalan Diponegoro Nomor 01, Desa Setren Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan
📧 setrenmadju@gmail.com   |   ☎️ 89603160028   |   🏷️ Kode Pos: 63384

WUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN, GAPOKTAN DESA SETREN GELAR PELATIHAN PEMBUATAN NUTRISI ORGANIK

21 April 2026 Anonim 72 kali dibaca
0
WUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN, GAPOKTAN DESA SETREN GELAR PELATIHAN PEMBUATAN NUTRISI ORGANIK
Klik gambar untuk memperbesar

SETREN, BENDO – Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem lahan pertanian mulai diperkuat di tingkat desa. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Setren menggelar kegiatan pelatihan pembuatan bahan organik bagi para petani setempat pada Rabu pagi. Bertempat di kediaman Bapak Sumar, selaku Ketua Gapoktan Desa Setren, acara ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Bendo.

Acara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh para petani penggerak Desa Setren, pengurus Kelompok Tani (Poktan), serta jajaran perangkat desa. Kehadiran para pengambil kebijakan tingkat desa ini menunjukkan komitmen serius Pemerintah Desa Setren dalam mendukung kedaulatan pangan berbasis alam.

Kembali ke Alam untuk Tanah yang Sehat

Pelatihan ini dipandu langsung oleh dua petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kecamatan Bendo, yakni Bapak Pradana dan Ibu Fitri. Dalam sesi pembukaannya, Pak Pradana memberikan arahan yang cukup mendalam mengenai kondisi tanah saat ini. Beliau menekankan bahwa sudah saatnya petani di Desa Setren melakukan transformasi cara tanam.

"Sudah saatnya tanah di desa kita ini dikelola dengan sebaik-baiknya. Kita harus kembali ke bahan-bahan alami agar tanah tidak terus-menerus teracuni oleh penggunaan obat-obatan dan pupuk kimia yang berlebihan," tegas Pak Pradana di hadapan para peserta. Menurutnya, penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang hanya akan merusak struktur tanah dan menurunkan produktivitas di masa depan.

Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Senada dengan hal tersebut, Ibu Fitri dalam arahannya menyoroti dampak buruk pestisida kimia terhadap rantai makanan di sawah. Ia menjelaskan bahwa penggunaan semprotan kimia yang membabi buta justru seringkali menjadi bumerang bagi petani.

"Jika tanaman terus-menerus disemprot dengan zat kimia, maka seluruh hewan dan ekosistem di dalamnya akan ikut mati. Yang paling merugikan adalah saat predator alami pemakan hama ikut musnah. Tanpa predator, hama justru akan meledak jumlahnya karena musuh alaminya sudah tidak ada lagi," jelas Ibu Fitri.

Praktik Pembuatan MOL dan Agen Hayati

Memasuki sesi inti, para peserta diajak untuk mempraktikkan langsung pembuatan tiga jenis nutrisi dan pelindung tanaman organik, yaitu:

  1. MOL (Mikroorganisme Lokal) Pertumbuhan dan Pembuahan: Memanfaatkan bahan seperti urine sapi, air leri, hingga limbah buah-buahan untuk merangsang fase vegetatif dan generatif padi.

  2. Bubur California: Sebagai penguat batang tanaman dan pencegah jamur patogen menggunakan campuran belerang dan kapur aktif.

  3. Jamur Trichoderma sp.: Sebagai agen hayati yang sangat ampuh melindungi akar tanaman dari serangan penyakit tular tanah.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terutama saat sesi tanya jawab mengenai takaran dan cara aplikasi di lapangan. Acara berakhir pada pukul 11.00 WIB dengan harapan besar bahwa pengetahuan yang didapat mampu diterapkan secara konsisten. Dengan beralih ke organik, Gapoktan Desa Setren optimis dapat menghasilkan panen yang lebih sehat, biaya produksi yang lebih murah, dan lingkungan yang tetap terjaga untuk generasi mendatang.