MAGETAN – Kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur ditunjukkan secara nyata oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Setren. Pada hari jum'at kemarin, seluruh jajaran perangkat desa atau pamong terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kerja bakti pembersihan area Punden Desa Setren. Aksi gotong royong ini dilakukan menyusul adanya pohon besar yang tumbang di lokasi tersebut, yang sempat menutupi akses dan area inti punden.
Kegiatan yang penuh semangat kebersamaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Setren, Bapak Sunarto. Tidak hanya melibatkan unsur pemerintah desa, aksi ini juga mendapat dukungan penuh dari personel Babinsa setempat yang turut bahu-membahu membersihkan lokasi. Selain itu, guna mempercepat proses evakuasi kayu berukuran besar, Pemdes Setren juga mengerahkan dua orang tenaga profesional ahli gergaji mesin (senso) untuk menangani batang pohon yang sulit dipindahkan secara manual.
Proses Evakuasi yang Cepat dan Efisien
Tepat pukul 08.00 WIB, para peserta kerja bakti sudah berkumpul di lokasi punden. Koordinasi dilakukan dengan singkat agar pembagian tugas berjalan efektif. Dua tenaga profesional yang dibawa langsung bergerak memotong batang dan dahan pohon yang tumbang menjadi bagian-bagian kecil. Sementara itu, para pamong desa dan Babinsa dengan sigap mengangkut dan menyingkirkan potongan-potongan kayu tersebut keluar dari area punden agar tidak merusak struktur bangunan atau artefak yang ada di sekitarnya serta tidak menghalangi jalan masuk.
Berkat kerja sama yang solid dan penggunaan alat yang memadai, pembersihan berlangsung relatif cepat. Pada pukul 10.00 WIB, area punden yang sebelumnya nampak berantakan akibat dahan pohon, kini sudah kembali bersih, rapi, dan bisa diakses kembali oleh masyarakat yang ingin berziarah atau sekadar merawat lokasi tersebut.
Menjaga Identitas dan Marwah Desa
Dalam arahannya, Kepala Desa Setren, Bapak Sunarto, menyampaikan bahwa punden bukan sekadar tempat keramat, melainkan sebuah simbol jati diri desa yang memiliki nilai sejarah tinggi.
"Punden desa ini adalah cagar budaya peninggalan leluhur kita. Sebagai generasi penerus, sudah menjadi kewajiban mutlak bagi kita, terutama jajaran pemerintah desa, untuk menjaga, merawat, dan melestarikannya. Kejadian pohon tumbang ini adalah pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dan peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitar situs sejarah kita," tegas Sunarto di sela-sela kegiatan.
Kegiatan kerja bakti ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pamong desa dan aparat keamanan. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah perangkat desa menunjukkan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga ketenteraman dan kearifan lokal.
Dengan selesainya pembersihan ini, kondisi Punden Desa Setren kembali asri. Pemdes Setren berharap semangat gotong royong ini terus terjaga, tidak hanya saat ada bencana atau insiden, tetapi dalam setiap upaya pelestarian budaya yang ada di desa. Cagar budaya adalah cerminan masa lalu yang harus dijaga demi kebanggaan masa depan.